Polling

Menurut anda Tampilan Web site ini Bagaimana ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 200
Pengunjung Bulan ini : 514
Total Pengunjung : 7587

PROFIL DESA


Sejarah Desa Saba

Pada Jaman Kerajaan, tersebutlah sebuah hutan yang diberi nama  Rengked, Tempat itu dihuni oleh 18 orang, yang mana saat itu menjadi pemimpinnya adalah I Rengked. Sebenarnya hutan Rengked itu merupakan wilayah kekuasaan dari pada Kerajaan Blahbatuh, namun hutan itu dikuasai oleh kerajaan Sukawati, yang mana Raja Sukawati pada saat itu adalah Dewa Agung Anom Kalang. Dewa Agung Anom Kalang merupakan Putra dari  Dewa Agung Jambe. Karena hutan Rengked merupakan jajahan KerajaanSukawati, makaI Gusti Ngurah Jelantik yang menjadi Raja dikerajaan Blahbatuh merasa kecewa oleh karena kekuasaanya dikuasai oleh Raja Sukawati, makanya berkali-kali Raja Blahbatuh bersama prajuritnya menyerang Raja Sukawati untuk ingin merebut kekuasaannya kembali, tetapi berkali-kali Raja Blahbatuh melakukan penyerangan selalu menemui kegagalan. Karena saat itu kedudukan Raja Sukawati sangatlah kuat sekali. Melihat kedudukan Raja Sukawati yang sangat kuat itu, maka Raja Blahbatuh memerintahkan I Gusti Gede Padang dari Bona untuk menyerang Kerajaan Sukawati.I Gusti Gede Padangini merupakan Putra dari I Gusti Gede Angkatan.I Gusti Gede Padangbersama – sama dengan I Rengked bersatu melawan Raja Sukawati, pada akhirnya Raja Sukawati itu dapat dikalahkan, maka Raja Sukawati menyerah dan Hutan Rengked itu kembali menjadi wilayah Kerajaan Blahbatuh. Hak milik Dewa Agung Anom Kalang berupa keris dikuasai oleh I Gusti Gede Padang, keris yang didapatnya itu lalu diberi Nama Keris Pusaka Rengked, oleh karena pusaka itu didapat pada waktu merebut hutan Rengked dan keris pusaka tersebut masih disimpan di puri Blahbatuh sampai sekarang.
Raja Blahbatuh pada saat itu merasa gembira sekali atas kemenangan yang diperoleh oleh I Gusti Gede Padangdan  I Rengked beserta dengan pengikutnya.Pada saat itulah Nama Hutan Rengked dirubah namanya menjadi Toh Jiwa , sebab tempat yang direbut itu berdasarkan atas pertaruhan jiwa. Setelah keadaan cukup aman dan tidak memungkinkan terjadinya pertumpahan darah lagi antara Blahbatuh dan Sukawati, seluruh Raja-raja di Bali berkunjung ke Toh Jiwa untuk menyaksikan upacara kemenangan Raja Blahbatuh terhadap Raja Sukawati.
Jumlah penghuni hutan Rengked pada saat itu terdiri dari 18 orang dianggap sedikit sekali, maka I Gusti Gede Padangberusaha memperbanyak jumlah penghuni Toh Jiwa tersebut dengan mengambil tindakan dengan cara menghubungi seluruh raja-raja di seluruh Bali.Barang siapa pada jaman Kerajaan tersebut dianggap bersalah dan dikenai hukuman mati, maka orang tersebut diminta dan dibawa ke Toh Jiwa untuk memperbanyak penghuni/penduduk Toh Jiwa, Oleh sebab itu penduduk Toh jiwa semakin banyak, orang-orang yang bersalah bertemu di Toh jiwa dan akhirnya tempat pertemuan itu diberi nama Pesaban. Setelah lama-kelamaan Pesaban itu menjadi Saba, sampai sekarang para Agung datang ke Saba untuk membicarakan suatu masalah, dan tujuannya disamping itu adalah untuk menyaksikan kemajuan kesenian yang ada di Desa Saba. Salah satu kesenian yang sangat menonjol adalah Legong Keraton Saba disamping kemajuan seni Tabuh Gong Pinda yang telah mendapat Predikat Juara di tingkat Propinsi.